BP3TI dan Metrasat Melakukan Kunjungan Ke Desa Jabulenga, Maluku

Desa Jabulenga, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku – BP3TI dan Metrasat melakukan kunjungan ke Desa Jabulengan Kabupaten Kepualuan Aru, Ambon pada tanggal 13 Juni 2017. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memenuhi permohonan Kepala Desa Jabulenga Bapak Titus, untuk meminta merelokasi perangkat akses internet yang letaknya kurang tepat. Sebelumnya permohonan yang diajukan oleh Kepala Desa Jabulenga kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika sudah sejak Bulan Februari lalu. Perangkat akses yang ada di Desa Jabulenga ini merupakan bantuan akses internet dari Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk mewujudkan program Desa Broadband terpadu yang telah dibuat pada tahun 2015 lalu.


Menurut salah satu teknisi Metrasat, Angga mengatakan bahwa quoSetelah melihat letak dari perangkat akses internet memang sangat jauh dari rumah warga sehingga kami akan merelokasi dengan melakukan pembongkaran dari tempat lama ke tempat baru yang letaknya tepat di tengah-tengah desa yang terdapat banyak pemukiman masyarakat desa dan sekolah sehingga warga di sekitarnya dapat menikmati akses internet gratis yang telah diberikan danjuga melakukan kontrol terhadap perangkat akses internet di desa ini.” Ujarnya.


Untuk merelokasi perangkat akses internet ini yang berupa antena, modem router dan AP Outdoor, membutuhkan 2 hari karena harus menunggu dari pembuatan pondasi. Tempat baru yang akan ditempati menggunkan rumah warga, dan didalamnya akan diberikan 4 set unit komputer dan monitor beserta 1 unit televisi yang berasal dari bantuan Kemkominfo. ini yang menjadi kendala adalah soal ketersediaan listrik yang hanya mengandalkan genset Desa Jabulenga.


Menurut Kepala Desa Jabulengan, Bapak Titus mengatakan bahwa ”Kami sangat berterimakasih atas di setujuinya surat permohonan yang kami kirimkan kepada Kemkominfo, dikarenakan letak perangkat akses internet sebelumnya sangat jauh dari warga dan sangat kurang dimanfaatkan dengan baik oleh warga.. Saat ini yang masih menjadi kendala utama Desa kami adlah soal Listrik yang hanya mengandalkan Genset Desa dan listrik hanya menyala mulai dari pukul 5 hingga 10 malam.” Imbuhnya


Dengan adanya relokasi tempat yang baru diharapkan agar warga dapat memanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu kegiatan sehari-hari seperti berdagang, mencari informasi, pendidikan untuk anak sekolah dan lain-lain.